Minggu, 16 Desember 2012

JAWABAN UAS MK PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR


SOAL UAS MATA KULIAH PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR
Nama                                    : ENENG NOVALIAH HARIS
NPM                                      :
Bidang Studi                       : Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)
Pedesaan/Perkotaan     : MTs (Madrasah Tsanawiyah) Pedesaan
Soal UAS PASCA SARJANA TP UIA
KUMPULKAN DI  BLOG MASING- MASING
Jika anda seorang guru profesional yang akan melakukan misi pembelajaran di sebuah sekolah percontohan. Tahapan apa yang akan anda lakukan agar siswa belajar penuh semangat mengikuti pembelajaran yang anda lakukan dengan mengacu pada Teori yang sudah dipelajari dan Anda dalam pembelajaran tersebut selalu melibatkan Media Pembelajaran. Jelaskanlah dengan Anda sebagai guru bidang studi tersebut.
Pilihlah salah satu Lokasi Sekolah di Pedesaan atau di Perkotaan !
Jawaban:
Tahapan- tahapan yang perlu dilakukan Guru agar Siswa Semangat Belajar
            Pembelajaran merupakan suatu proses yang kompleks dan melibatkan berbagai aspek yang saling berkaitan. Oleh karena itu, untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif dan
menyenangkan diperlukan berbagai keterampilan, diantaranya adalah keterampilan
membelajarkan atau ketrampilan mengajar. Ketrampilan mengajar merupakan
kompetensi profesional yang cukup kompleks, sebagai integrasi dari berbagai
kompetensi guru secara utuh dan menyeluruh. Beberap keterampilan mengajar yang
sangat berperan dan menentukan kualitas pembelajaran, meliputi:

            Pertama, keterampilan bertanya sangat perlu dikuasai guru untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan, karena hampir dalam setiap tahap pembelajaran guru dituntut untuk mengajukan pertanyaan, dan kualitas pertanyaan yang diajukan guru akan
menentukan kualitas jawaban peserta didik.

            Kedua, penguatan merupakan respon terhadap suatu perilaku yang dapat meningkatkan kemungkinan terulangnya kembali perilaku tersebut. Penguatan bertujuan untuk meningkatkan perhatian peserta didik terhadap pembelajaran, merangsang dan meningkatkan motivasi
belajar, meningkatkan kegiatan belajar, dan membina perilaku yang produktif.

            Ketiga, mengadakan variasi merupakan ketrampilan yang harus dikuasai guru yang bertujuan untuk meningkatkan perhatian peserta didik terhadap materi standar yang relevan,
memberikan kesempatan bagi perkembangan bakat peserta didik terhadap berbagai
hal baru dalam pembelajaran, memupuk perilaku positif peserta didik dalam
pembelajaran, serta memberi kesempatan kepada peserta didik untuk belajar
sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuannya. Variasi dapat dilakukan
pada gaya mengajar, penggunaan media dan sumber belajar, pola interaksi, dan
variasi dalam kegiatan pembelajaran.


            Keempat, menjelaskan adalah mendeskripsikan secara lisan tentang sesuatu benda, keadaan, fakta, dan data sesuai dengan waktu dan hukum-hukum yang berlaku. Penjelasan dapat diberikan selama pembelajaran, baik di awal, di tengah, maupun di akhir pembelajaran.
Penjelasan harus bermakna dan menarik perhatian peserta didik dan sesuai dengan
materi standar dan kompetensi dasar. Penjelasan dapat diberikan untuk menjawab
pertanyaan peserta didik dan harus sesuai dengan latar belakang dan tingkat
kemampuan peserta didik.


            Kelima, membuka dan menutup pelajaran merupakan dua kegiatan rutin yang dilakukan guru untuk memulai dan mengakhiri pelajaran. Membuka dan menutup pelajaran yang dilakukan secara professional akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan pembelajaran diataranyaadalah membangkitkan motivasi belajar, siswa memiliki kejelasan mengenai
tugas-tugas yang harus dikerjakan, siswa memperoleh gambaran yang jelas
mengenai pembelajaran yang akan berlangsung, siswa memahami hubungan antara pengalaman belajar yang telah dimiliki sebelumnya dengan hal-hal baru yang akan
dipelajari, siswa dapat menghubungkan konsep-konsep atau genelalisasi dalam
suatu peristiwa pembelajaran. Pada akhirnya siswa mengetahui tingkat
keberhasilannya terhadap materi yang dipelajari dan guru dapat mengetahui
tingkat keberhasilan atau efektifitas kegiatan pembelajaran yang telah
dilaksanakan.

Keenam, membimbing diskusikelompok kecil yang bermanfaat agar siswa dapat berbagi informasi dan

pengalaman dalam pemecahan suatu masalah, meningkatkan pemahaman terhadap
masalah yang penting dalam pembelajaran, meningkatkan ketrampilan dalam
perencanaan dan pengambilan keputusan, mengembangkan kemampuan berfikir dan
berkomunikasi, membina kerjasama yang sehat dalam kelompok yang kohesif dan
bertanggung jawab.


Ketujuh, mengelola kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif, dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran. Hal-hal yang
harus diperhatikan dalam pengelolaan kelas adalah kehangatan dan keantusiasan,
tantangan, variasi, fleksibel, penekanan pada hal-hal positif, dan penanaman
disiplin diri. Komponen keterampilan mengelola kelas adalah penciptaan dan
pemeliharaan iklim pembelajaran yang optimal, keterampilan yang berhubungan
dengan pengendalian kondisi belajar yang optimal, pengelolaan kelompok dengan
cara peningkatan kerjasama dan keterlibatan siswa dan menangani konflik dan
memperkecil masalah yang timbul, serta menemukan dan mengatasi perilaku yang
menimbulkan masalah.


Kedelapan, mengajar kelompok kecil dan perorangan merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap peserta didik, dan menjalin hubungan yang

lebih akrab antara guru dengan peserta didik maupun antara peserta didik dengan
peserta didik. Khusus dalam melakukan pembelajaran perorangan perlu
diperhatikan kemampuan dan kematangan berfikir peserta didik, agar apa yang
disampaikan bisa diserap dan diterima oleh peserta didik.


Penguasaan terhadap semua ketrampilan mengajar tersebut harus utuh dan terintegrasi, sehingga diperlukan latihan yang sistematis, misalnya dapat dilakukan melalui pembelajaran mikro.

Langkah-langkah yang harus dilakukan pendidik maupun peserta didik agar menjadi pelajaran  SKI yang menyenangkan (favorit) :

            Pendidik Kemampuan pendidik dalam menyampaikan materi dan sekaligus menguasai materi yang diajarkan sangat mempengaruhi terjadinya proses belajar. Seorang pendidik yang tidak menguasai materi SKI dengan baik dan kurang menguasai cara menyampaikan dengan tepat dapat mengakibatkan rendahnya mutu pengajaran dan dapat menimbulkan kesulitan peserta didik dalam memahami SKI. Akibatnya proses belajar SKI tidak berlangsung efektif.

            Peserta didik Kegagalan atau keberhasilan belajar sangat tergantung kepada peserta didik. Misalnya saja, bagaimana kemampuan dan kesiapannya untuk belajar SKI, bagaimana kondisi peserta didik, dan kondisi fisiologisnya.
Metode atau strategi apa yang harus digunakan agar pendidik dan peserta didik merasa senang terhadap pelajaran?? Sebuah metode atau strategi dalam kegiatan belajar mengajar memang sekedar cara atau alat untuk mencapai sebuah tujuan. Meskipun demikian, strategi atau metode sering menjadi faktor utama yang menjadikan sebuah pengajaran berhasil atau gagal.
            Dalam permasalahan ini, kami menggunakan strategi discovery.
Strategi discovery merupakan sebuah strategi yang mempersiapkan peserta didik pada situasi untuk melakukan eksperimen pencarian bahan pelajaran, menemukan, dan menyimpulkan sendiri hasilnya. Karena sifatnya yang demikian strategi ini sering juga dinamakan strategi pembelajaran tidak langsung. Penerapan strategi discovery dalam pembelajaran SKI merupakan salah satu upaya peningkatan mutu pendidikan. Pendidik perlu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mencari bahan, melakukan pengamatan, bertanya, pengumpulan data, analisa data dan penarikan kesimpulan. Dari pengalaman itulah peserta didik mendapatkan pengetahuan yang dari, oleh, dan untuk mereka sendiri, sedangkan pendidik merasa puas dengan strategi yang telah di terapkan karena bisa berjalan dengan baik.
Sebelum menerapkan strategi discovery, tugas pendidik terlebih dahulu harus merancang kegiatan penemuan atau tema permasalahan yang akan diamati oleh peserta didikyang kemudian peserta didik akan memilih dan memilah bahan yang akan diteliti, bukanlah mempersiapkan sejumlah materi yang harus dihafal.

Langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan strategi discovery yang mengarahkan peserta didik sebagai berikut :

1. Mencari bahan atau tema permasalahan.

Peserta didik mulai mencari tema permasalahan yang akan diteliti. Dengan menemukan bahan penelitian peserta didik akan melanjutkan penelitian ke tahap selanjutnya.
2. Merumuskan masalah.

Rumusan masalah merupakan langkah membawa peserta didik pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki. Persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang siswa untuk mencari dan berpikir memecahkan teka-teki itu. Teka-teki yang dijadikan masalah dalam ber-inquiry adalah teka-teki yang mengandung konsep yang jelas yang harus dicari dan ditemukan.
3. Mengumpulkan data

Pengumpulan data adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menjawab permasalahan yang telah diajukan sebelumnya.

4. Menyajikan hasil data Pada tahap ini, setelah proses pengumpulan data dianggap cukup, data tersebut diolah dan dinalisis, kemudian disajikan. Penyajian hasil ini dapat disajikan dalam bentuk tulisan, gambar, bagan, ataupun tabel.

5. Mendiskusikan hasil data.Pada tahap terakhir, akan didiskusikan apa yang menjadi temuan siswa, kemudian dikemukakan sebagai jawaban dan tanggapan terhadap masalah yang ditetapkan sebelumnya. Diskusi hasil ini dapat dilakukan dengan sesama teman, guru atau audien lainnya, dengan tujuan untuk mengetahui kebenaran dari hasil temuan.
Jadi dapat disimpulkan strategi discovery ini dapat diterapkan pada materi-materi SKI lainnya, atau bahkan pada setiap mata pelajaran yang ada di Madrasah. Dalam metode ini, model komunikasi yang digunakan bukan komunikasi satu arah, melainkan komunikasi banyak arah.
Kelebihan dari strategi pembelajaran discovery ini, pendidik tidak lagi berperan sebagai pemberi informasi dan peserta didik sebagai penerima informasi, tetapi peranan pendidik hanya sebagai pembimbing dan fasilitator belajar saja, sedangkan peserta didik sebagai peneliti dengan mencari, menemukan, dan yang menyampaikan informasi. Karena dalam proses belajar SKI (Sejarah Kebudayaan Islam) terjadi proses berfikir. Sehingga dalam berfikir, seseorang dapat menyusun hubungan-hubungan antar bagian-bagian informasi sebagai pengertian, kemudian dapat disusun kesimpulan.


Guru merupakan suatu profesi, yang artinya suatu jabatan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang pendidikan. Walaupun pada kenyataannya masih banyak terdapat seorang guru yang mempunyai latar belakang di luar bidang kependidikan. Untuk seorang guru yang berlatar belakang kependidikan perlu mengetahui dan dapat menerapkan beberapa prinsip mengajar agar dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, yaitu sebagai berikut :


1) Guru harus dapat membangkitkan perhatian siswa pada materi pembelajaran yang diberikan serta dapat menggunakan berbagai media dan sumber belajar yang bervariasi. 2) Guru harus dapat membangkitkan minat siswa untuk aktif dalam berpikir serta mencari dan menemukan sendiri pengetahuan. 3) Guru harus dapat membuat urutan dalam pemberian materi pembelajaran dan penyesuainnya dengan usia dan tahapan tugas perkembangan siswa. 4) Guru perlu menghubungkan materi pelajaran yang akan diberikan dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa (kegiatan apersepsi), agar siswa menjadi mudah dalam memahami materi pelajaran yang diterimanya. 5) Guru dapat menjelaskan unit materi pelajaran secara berulang-ulang sampai tanggapan siswa menjadi jelas. 6) Guru wajib memperhatikan dan memikirkan korelasi atau hubungan antara materi pelajaran dan/atau praktik nyata yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. 7) Guru harus tetap menjaga konsentrasi belajar siswa dengan cara memberikan kesempatan berupa pengalaman secara langsung, mengamati/meneliti, dan menyimpulkan pengetahuan yang diperoleh sendiri. 8) Guru harus mengembangkan sikap siswa dalam membina hubungan sosial baik dalam kelas maupun di luar kelas. 9) Guru harus menyelidiki dan mendalami perbedaan siswa secara individual agar dapat melayani siswa sesuai dengan perbedaan tersebut.


B.Konsep Gaya Mengajar Guru Profesional

Gaya mengajar adalah bentuk penampilan guru saat proses belajar mengajar baik yang bersifat kurikuler maupun psikologis. Gaya mengajar yang bersifat kurikuler adalah guru mengajar yang disesuaikan dengan tujuan dan sifat mata pelajaran tertentu. Sedangkan gaya mengajar yang bersifat psikologis adalah guru mengajar yang disesuaikan dengan motivasi siswa, pengelolaan kelas, dan evaluasi hasil belajar mengajar.

Gaya mengajar seorang guru berbeda antara yang satu dengan yang lain pada saat proses belajar mengajar walaupun mempunyai tujuan sama, yaitu menyampaikan ilmu pengetahuan, membentuk sikap siswa, dan menjadikan siswa terampil dalam berkarya. Gaya mengajar guru juga mencerminkan kepribadian guru itu sendiri dan sulit untuk diubah karena sudah menjadi pembawaan sejak kecil atau sejak lahir. Dengan demikian, gaya mengajar guru menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan prestasi siswa.


C.Macam-Macam Gaya Mengajar Guru Profesional

Gaya mengajar yang perlu diterapkan guru dalam proses belajar mengajar sebaiknya bersifat variatif, inovatif, serta mudah diterima oleh siswa dalam penyampaian materi pelajaran. Thoifuri (2007: 83), membedakan gaya mengajar guru yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran menjadi beberapa macam, yaitu gaya mengajar: klasik, teknologis, personalisasi, dan interaksional.

1)Gaya Mengajar Klasik

Guru dengan gaya mengajar klasik masih menerapkan konsepsi sebagai satu-satunya cara belajar dengan berbagai konsekuensi yang diterimanya. Guru masih mendominasi kelas dengan tanpa memberi kesempatan pada siswa untuk aktif sehingga akan menghambat perkembangan siswa dalam proses pembelajaran. Gaya mengajar klasik tidak sepenuhnya disalahkan manakala kondisi kelas yang mengharuskan seorang guru berbuat demikian, yaitu kondisi kelas dimana siswanya mayoritas pasif.

2)Gaya Mengajar Teknologis

Guru yang menerapkan gaya mengajar teknologis sering menjadi bahan perbincangan yang tidak pernah selesai. Argumentasinya bahwa setiap guru dengan gaya mengajar tersebut mempunyai watak yang berbeda-beda, yaitu kaku, keras, moderat, dan fleksibel. Gaya mengajar teknologis ini mensyaratkan seorang guru untuk berpegang pada berbagai sumber media yang tersedia. Guru mengajar dengan memperhatikan kesiapan siswa dan selalu memberikan stimulan untuk mampu menjawab segala persoalan yang dihadapi. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mempelajari pengetahuan yang sesuai dengan minat masing-masing, sehingga memberi banyak manfaat pada diri siswa.

3)Gaya Mengajar Personalisasi

Guru yang menerapkan gaya mengajar personalisasi menjadi salah satu kunci keberhasilan pencapaian prestasi belajar siswa. Guru memberikan materi pelajaran tidak hanya membuat siswa lebih pandai semata-mata, melainkan agar siswa menjadikan dirinya lebih pandai. Guru dengan gaya mengajar personalisasi ini akan selalu meningkatkan belajarnya dan juga senantiasa memandang siswa seperti dirinya sendiri. Guru tidak dapat memaksakan siswa untuk menjadi sama dengan gurunya, karena siswa tersebut mempunyai minat, bakat, dan kecenderungan masing-masing.

4)Gaya Mengajar Interaksional
Guru profesional cenderung berpola pikir untuk menjadi guru dengan gaya mengajar interaksional. Guru dengan gaya mengajar interaksional lebih mengedepankan dialogis dengan siswa sebagai bentuk interaksi yang dinamis. Guru dan siswa atau siswa dengan siswa saling ketergantungan, artinya mereka sama-sama menjadi subyek pembelajaran dan tidak ada yang dianggap paling baik atau sebaliknya paling jelek.

 Macam-Macam Metode Pembelajaran

Macam-Macam Metode Pembelajaran

Pada dasarnya guru adalah seorang pendidik. Pendidik adalah orang dewasa dengan segala kemampuan yang dimilikinya untuk dapat mengubah psikis dan pola pikir anak didiknya dari tidak tahu menjadi tahu serta mendewasakan anak didiknya. Salah satu hal yang harus dilakukan oleh guru adalah dengan mengajar di kelas. Salah satu yang paling penting adalah performance guru di kelas. Bagaimana seorang guru dapat menguasai keadaan kelas sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan. Dengan demikian guru harus menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didiknya.
Tiap-tiap kelas bisa kemungkinan menggunakan metode pembelajaran yang berbeda dengan kelas lain. Untuk itu seorang guru harus mampu menerapkan berbagai metode pembelajaran. Disini saya akan memaparkan beberapa metode pembelajaran menurut Ns. Roymond H. Simamora, M.Kep yang dapat kita digunakan.

Macam-Macam Metode pembelajaran :

1. Metode Ceramah
Metode pembelajaran ceramah adalah penerangan secara lisan atas bahan pembelajaran kepada sekelompok pendengar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah yang relatif besar. Seperti ditunjukkan oleh Mc Leish (1976), melalui ceramah, dapat dicapai beberapa tujuan. Dengan metode ceramah, guru dapat mendorong timbulnya inspirasi bagi pendengarnya.
Gage dan Berliner (1981:457), menyatakan metode ceramah cocok untuk digunakan dalam pembelajaran dengan ciri-ciri tertentu. Ceramah cocok untuk penyampaian bahan belajar yang berupa informasi dan jika bahan belajar tersebut sukar didapatkan.
2. Metode Diskusi
Metode pembelajaran diskusi adalah proses pelibatan dua orang peserta atau lebih untuk berinteraksi saling bertukar pendapat, dan atau saling mempertahankan pendapat dalam pemecahan masalah sehingga didapatkan kesepakatan diantara mereka. Pembelajaran yang menggunakan metode diskusi merupakan pembelajaran yang bersifat interaktif (Gagne & Briggs. 1979: 251).
Menurut Mc. Keachie-Kulik dari hasil penelitiannya, dibanding metode ceramah, metode diskusi dapat meningkatkan anak dalam pemahaman konsep dan keterampilan memecahkan masalah. Tetapi dalam transformasi pengetahuan, penggunaan metode diskusi hasilnya lambat dibanding penggunaan ceramah. Sehingga metode ceramah lebih efektif untuk meningkatkan kuantitas pengetahuan anak dari pada metode diskusi.
3. Metode Demonstrasi
Metode pembelajaran demontrasi merupakan metode pembelajaran yang sangat efektif untuk menolong siswa mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti: Bagaimana cara mengaturnya? Bagaimana proses bekerjanya? Bagaimana proses mengerjakannya. Demonstrasi sebagai metode pembelajaran adalah bilamana seorang guru atau seorang demonstrator (orang luar yang sengaja diminta) atau seorang siswa memperlihatkan kepada seluruh kelas sesuatau proses. Misalnya bekerjanya suatu alat pencuci otomatis, cara membuat kue, dan sebagainya.
Kelebihan Metode Demonstrasi :
a. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan.
b. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
c. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa.
Kelemahan metode Demonstrasi :
a. Siswa kadang kala sukar melihat dengan jelas benda yang diperagakan.
b. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan.
c. Sukar dimengerti jika didemonstrasikan oleh pengajar yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan.

Macam-Macam Metode pembelajaran

4. Metode Ceramah Plus
Metode Pembelajaran Ceramah Plus adalah metode pengajaran yang menggunakan lebih dari satu metode, yakni metode ceramah yang dikombinasikan dengan metode lainnya. Ada tiga macam metode ceramah plus, diantaranya yaitu:
a. Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas
b. Metode ceramah plus diskusi dan tugas
c. Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL)
5. Metode Resitasi
Metode Pembelajaran Resitasi adalah suatu metode pengajaran dengan mengharuskan siswa membuat resume dengan kalimat sendiri.
Kelebihan Metode Resitasi adalah :
a. Pengetahuan yang diperoleh peserta didik dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama.
b. Peserta didik memiliki peluang untuk meningkatkan keberanian, inisiatif, bertanggung jawab dan mandiri.
Kelemahan Metode Resitasi adalah :
a. Kadang kala peserta didik melakukan penipuan yakni peserta didik hanya meniru hasil pekerjaan orang lain tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri.
b. Kadang kala tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.
c. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual.
6. Metode Eksperimental
Metode pembelajaran eksperimental adalah suatu cara pengelolaan pembelajaran di mana siswa melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajarinya. Dalam metode ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri dengan mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri tentang obyek yang dipelajarinya.
7. Metode Study Tour (Karya wisata)
Metode study tour Study tour (karya wisata) adalah metode mengajar dengan mengajak peserta didik mengunjungi suatu objek guna memperluas pengetahuan dan selanjutnya peserta didik membuat laporan dan mendiskusikan serta membukukan hasil kunjungan tersebut dengan didampingi oleh pendidik.
8. Metode Latihan Keterampilan
Metode latihan keterampilan (drill method) adalah suatu metode mengajar dengan memberikan pelatihan keterampilan secara berulang kepada peserta didik, dan mengajaknya langsung ketempat latihan keterampilan untuk melihat proses tujuan, fungsi, kegunaan dan manfaat sesuatu (misal: membuat tas dari mute). Metode latihan keterampilan ini bertujuan membentuk kebiasaan atau pola yang otomatis pada peserta didik.
9. Metode Pengajaran Beregu
Metode pembelajaran beregu adalah suatu metode mengajar dimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas.Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. Cara pengujiannya,setiap pendidik membuat soal, kemudian digabung. Jika ujian lisan maka setiapsiswa yang diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut
10. Peer Theaching Method
Metode Peer Theaching sama juga dengan mengajar sesama teman, yaitu suatu metode mengajar yang dibantu oleh temannya sendiri.
11. Metode Pemecahan Masalah (problem solving method)
Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanyasekadar metode mengajar, tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebabdalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya yang dimulaidengan mencari data sampai pada menarik kesimpulan.
Metode problem solving merupakan metode yang merangsang berfikir danmenggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan olehsiswa. Seorang guru harus pandai-pandai merangsang siswanya untuk mencobamengeluarkan pendapatnya.
12. Project Method
Project Method adalah metode perancangan adalah suatu metode mengajar dengan meminta peserta didik merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian.
13. Taileren Method
Teileren Method yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian-sebagian,misalnya ayat per ayat kemudian disambung lagi dengan ayat lainnya yang tentusaja berkaitan dengan masalahnya
14. Metode Global (ganze method)
Metode Global yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi, kemudian siswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisaridari materi tersebut.

Demikian macam-macam metode pembelajaran

Semoga dapat menjadi bahan acuan dalam menerapakan metode pembelajaran untuk peserta didik.
Buku acuan : Simamora, Roymond H. (2009). BUKU AJAR PENDIDIKAN DALAM KEPERAWATAN. Jakarta : EGC

Kamis, 13 Desember 2012

JAWABAN UTS MATA KULIAH PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR

UNIVERSITAS ISLAM ASYAFI'IYAH  JAKARTA
PASCA SARJANA PROGRAM TEKNOLOGI PENDIDIKAN
UJIAN TENGAH SEMESTER
Nama          : Eneng Novaliah Haris
NIM            : 5520110120
SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER

1. Jelaskan Pengertian sumber belajar yang dikutip, menurut 5 pendapat para ahli, kemudian dikemas menjadi pendapat sendiri.
2. Jelaskan perbedaan Sumber Belajar dengan Bahan ajar dan uraikan beserta contohnya.
3. Secara skematik prosedur merancang sumber belajar mengikuti langkah sebagai berikut :
sumber belajar1
Jelaskan ke-6 langkah tersebut?

4. Buatlah Rencana Pembelajaran / RPP dalam persiapan mengajar saudara dalam kelas, yang disesuaikan dengan kondisi kelas, letak geografis, keterbatasan sarana dan lain-lain, dengan melibatkan sumber belajar secara optimal?
5. Jika saudara menjadi pemangku kebijakan dibidang pendidikan di kabupaten Sukabumi, Program apakah yang akan saudara lakukan terkait dengan peningkatan kualitas pendidikan yang berorientasi pada engembangan sumber belajar?

JAWABAN UJIAN TENGAH SEMESTER

1.      Pengertian Sumber belajar Menurut Para Ahli

1. Menurut Wina Sanjaya bahwa sumber belajar adalah segala sesuatu yang ada di sekitar lingkungan kegiatan belajar yang secara fungsional dapat digunakan untuk membantu optimalisasi hasil belajar. Optimalisasi hasil belajar ini dapat dilihat tidak hanya dari hasil belajar (output) namun juga dilihat dari proses berupa interaksi siswa dengan berbagai macam sumber belajar yang dapat merangsang siswa untuk belajar dan mempercepat pemahaman dan penguasaan dibidang ilmu yang dipelajarinya.
2. Barbara B. Seels dan Rita C. Richey, dalam buku Tenologi Pembelajaran, definisi dan Kawasannya mengatakan bahwa yang dimaksud dengan sumber ialah asal yang mendukung terjadinya belajar, termasuk system pelayanan, bahan pembelajaran dan lingkungan. Sumber belajar tidak hanya terbatas pada bahan dan alat yang digunakan dalam proses belajar pembelajaran, melainkan juga tenaga, biaya dan fasilitas. Sumber belajar mencakup apa saja yang yang dapat digunakan untuk membantu tiap orang untuk belajar dan menampilkan kompetensinya.
3. AECT (Association for Education and Communication Technology) menyatakan bahwa sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh siswa dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu. Sumber belajar adalah bahan-bahan yang dimanfaatkan dan diperlukan dalam proses pembelajaran, yang dapat berupa buku teks, media cetak, media elektronik, narasumber, lingkungan sekitar, dan sebagainya yang dapat meningkatkan kadar keaktifan dalam proses pembelajaran.
4. Menurut Abdul Majid, dalam bukunya Perencanaan Pembelajaran, sumber belajar diartikan segala tempat atau lingkungan sekitar, benda dan orang yang mengandung informasi dapat digunakan sebagai wahana bagi peserta didik untuk melakukan proses perubahan tingkah laku.
 5. Sudjana (Suratno, 2008), menuliskan bahwa pengertian Sumber Belajar bisa diartikan secara sempit dan secara luas. Pengertian secara sempit diarahakan pada bahan-bahan cetak. Sedangkan secara luas tidak lain adalah daya yang bisa dimanfaatkan guna kepentingan proses belajar mengajar, baik secara langsung maupun tidak langsung.
        
Definisi sendiri:
            Sumber belajar adalah segala sesuatu yang tersedia di sekitar lingkungan belajar yang berfungsi untuk membantu optimalisasi hasil belajar. Optimalisasi hasil belajar ini dapat dilihat tidak hanya dari hasil belajar saja, namun juga dilihat dari proses pembelajaran yang berupa interaksi siswa dengan berbagai sumber belajar yang dapat memberikan rangsangan untuk belajar dan mempercepat pemahaman dan penguasaan bidang ilmu yang dipelajari.

                 
Belajar-mengajar sebagai suatu proses, merupakan suatu sistem yang tidak terlepas dari komponen-komponen lain yang saling berinteraksi didalamnya. Salah satu komponen dalam proses tersebut adalah sumber belajar. Sumber belajar itu tidak lain adalah daya yang bisa dimanfaatkan guna kepentingan proses belajr-mengajar, baik secara langsung atau tidak langsung, sebagian atau keseluruhan.
         

2.  Apakah Perbedaan Sumber Belajar dan Bahan Ajar berikut contohnya?
  • Sumber belajar  (learning resource), umumnya yang diketahui hanya perpustakaan dan buku sebagai sumber belajar. Padahal secara tidak terasa apa yang mereka gunakan dan benda tertentu adalah termasuk sumber belajar.
·         Sebagai contoh Sumber belajar ditetapkan sebagai informasi yang disajikan dan disimpan dalam berbagai bentuk media, yang dapat membantu siswa dalam belajar sebagai perwujudan dari kurikulum. Bentuknya tidak terbatas apakah dalam bentuk cetakan, video, format perangkat lunak atau kombinasi dari berbagai format yang dapat digunakan oleh siswa ataupun guru.Dengan demikian makasumber belajar juga diartikan sebagai segala tempat atau lingkungan sekitar, benda dan orang yang mengandung informasi dapat digunakan sebagai wahana bagi peserta didik untuk melakukan proses perubahan tingkah laku
  • Bahan Ajar merupakan bagian dari sumber belajar. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. Bahan ajar atau  teaching- material, terdiri atas dua kata yaitu teach ing atau mengajar dan material atau bahan.
·            Contoh Bahan Ajar (a). Pedoman bagi Guru yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya diajarkan kepada siswa. (b). Pedoman bagi Siswa yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya dipelajari atau dikuasainya.  

Perbedaan Sumber Belajar dan Bahan Ajar :
Sumber Belajar
Bahan Ajar
1.   Pengertian : Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan atau digunakan seseorang untuk memfasilitasi segala kegiatan belajar, baik itu secara terpisah maupun secara terkombinasi agar dapat mempermudah seseorang dalam mencapai tujuan belajar yang diinginkan.
1.   Pengertian :   Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.Bahan ajar merupakan bagian dari sumber belajar.
2.   Klasifikasi :
a.   Tempat atau lingkungan alam sekitar yaitu dimana saja seseorang dapat melakukan belajar atau proses perubahan tingkah laku.  misalnya perpustakaan, pasar, museum, sungai, gunung, tempat pembuangan sampah, kolam ikan dan lain sebagainya.
b.   Benda yaitu segala benda yang memungkinkan terjadinya perubahan tingkah laku bagi peserta didik, Misalnya situs, candi dan benda peninggalan lainnya.
c.   Orang yaitu siapa saja yang memiliki keahlian tertentu di mana peserta didik dapat belajar sesuatu, misalnya guru, ahli geologi, polisi, dan ahli-ahli lainnya.
d.   Bahan yaitu segala sesuatu yang berupa teks tertulis, cetak, rekaman elektronik, web, dll yang dapat digunakan untuk belajar.
e.   Buku yaitu segala macam buku yang dapat dibaca secara mandiri oleh peserta didik, misalnya buku pelajaran, buku teks, kamus, ensiklopedi, fiksi dan lain sebagainya.
f.    Peristiwa dan fakta yang sedang terjadi, misalnya peristiwa kerusuhan, peristiwa bencana, dan peristiwa lainnya yang guru dapat menjadikan peristiwa atau fakta sebagai sumber belajar.
2.   Klasifikasi :
a. Media tulis,
b. Audio visual, elektronik
c.Interaktif terintegrasi yang    kemudian disebut sebagai medienverbund (bahasa jerman yang berarti media terintegrasi) atau mediamix.
Sedangkan Bernd Weidenmann, 1994 dalam buku Lernen mit Bildmedien mengelompokkan menjadi tiga besar,
1. Auditiv yang menyangkut radio (Rundfunk),kaset (Tonkassette), piringan hitam (Schallplatte).
2. Visual (visuell) yang menyangkut Flipchart, gambar (Wandbild), film bisu (Stummfilm), video bisu (Stummvideo), program komputer (Computer-Lernprogramm), bahan tertulis dengan dan tanpa gambar (Lerntext, mit und ohne Abbildung).
     3. Audio visual (audiovisuell) yang menyangkut berbicara dengan gambar (Rede mit Bild), pertunjukan suara dan gambar (Tonbildschau),dan film/video.

3. Penjelasan Prosedur Merancang Sumber Belajar

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8s_B9BBrfM440ZoSAWHw1FfNrYNckqJiVKHcGg2AL0mCvDPbov-d_uvZmtVwdEuLtjtun28S_sEfAIwnaSBMUCKD3czy_HWjjjWJKEjo_Ox4xqqgaBH-7P0Wt59wqC-xFmxQRFtGuKFLM/s320/Picture1.jpg

Prosedur Merancang Sumber Belajar Meliputi Langkah-langkah Sebagai Berikut :

·      Langkah Pertama: Mempelajari Kurikulum.
Sebelum guru menentukan sumber belajar yang akan digunakan, terlebih dahulu guru harus mempelajari silabus yang terdapat di dalam kurikulum mata pelajaran. Dalam silabus tersebut telah disebutkan standar kompetensi, kompetensi dasar, pokok bahasan materi pelajaran, kegiatan belajar yang akan dilakukan dalam rangka mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar, alat evaluasi, sumber belajar berupa buku teks dan alokasi waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan  suatu pokok bahasan.

·      Langkah Kedua: Menetapkan kompetensi siswa yang hendak dicapai.
Kompetensi siswa yang hendak dicapai berupa kompetensi dasar dirumuskan dalam bentuk  indikator-indikator yang dijadikan tolok ukur bagi pencapaian kompetensi dasar tersebut. Berdasar indikator-indikator ini dirumuskan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai dalam kegiatan belajar mengajar setelah guru menyelesaiakn pembelajaran dalam satu kali atau beberapa kali pertemuan.

·      Langkah Ketiga: Memilih dan Menentukan Materi yang akan disajikan.
Setelah guru menentukan kompetensi dasar dan merumuskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai berdasarkan indikator-indikator yang dijabarkan dari kompetensi dasar, maka langkah selanjutnya guru memilih materi pelajaran yang akan disajikan berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Materi pelajaran tersebut disusun berdasarkan hierarkis tujuan pembelajaran yang dirumuskan oleh guru, dimulai dari level yang mudah sampai pada level yang sukar.

·      Langkah Keempat : Memilih dan Menentukan Jenis dan Sumber Belajar.
Berdasarkan tujuan pembelajaran tersebut maka guru menentukan kegiatan belajar mengajar dan jenis serta sumber belajar yang akan digunakan dalam rangka untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut.

·      Langkah Kelima : Mengembangkan Sumber Belajar. Selanjutnya guru  melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan jenis dan sumber belajar yang telah ditentukan dengan menggunakan berbagai metode yang dianggap relevan dengan tujuan yang akan dicapai.

·      Langkah keenam :  Mengevaluasi Sumber Belajar.
Evaluasi sumber belajar adalah penilaian yang dilakukan guru terhadap pelaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan  jenis dan sumber belajar yang telah ditentukan, Dilakukan untuk mengetahui apakah kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan dengan menggunakan jenis dan sumber belajar itu berhasil dengan baik.

4. Buatlah Rencana Pembelajaran / RPP dalam persiapan mengajar saudara dalam kelas


al-izzah_1RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah                       : Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Izzah Serang
Pelajaran                    : Bahasa Indonesia, IPS,  Matematika
Tema                          : Kegiatan Sehari- hari
Hari / Minggu Ke      : Senin/ 1 (Satu)               
Kelas/ Semester         : 2 (Dua) / I
Alokasi Waktu           : 5 X 35 Menit/ 1 Pertemuan

STANDAR KOMPETENSI:
·         2.  Mengungkapkan pikiran, perasaan dan pengalaman secara  
                   lisan melalui kegiatan bertanya, bercerita dan deklamasi (berbicara)

·         1. Memahami peristiwa penting dalam keluarga  secara kronologis

·      1. Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai  500
                                 
KOMPETENSI DASAR :
v  2.2  Menceritakan kegiatan sehari- hari dengan bahasa yang  mudah  dipahami orang lain
v  1.2  Memanfaatkan dokumen dan benda penting keluarga sebagai sumber cerita
v 1.4 Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan  sampai  500 
INDIKATOR :
ü  2.2.1  Menceritakan kegiatan sehari- hari dalam keluarga
ü  1.2.1  Menulis benda- benda yang digunakan sehari- hari
ü  1.4.4  Melakukan operasi campuran untuk memecahkan soal cerita
INDIKATOR KARAKTER BANGSA :
Karakter siswa yang diharapkan adalah: Disiplin , Kreatif
§  TUJUAN PEMBELAJARAN:
Setelah mempelajari materi ini siswa dapat:
ü  Menceritakan kegiatan sehari- hari dalam keluarga sebagai pembiasaan hidup disiplin.
ü  Berpikir kreatif  menuliskan benda- benda yang digunakan sehari- hari.
ü  Berpikir kreatif memecahkan soal cerita yang mengandung penjumlahan dan pengurangan.

§  MATERI PEMBELAJARAN:
a.      Menceritakan Kegiatan sehari-hari

Kegiatan Keluargaku
Aku tinggal bersama Ayah, Ibu dan Adik.
Ayah bekerja di kantor.
Ibuku seorang ibu rumah tangga.
Tiap pagi, Ibu menyiapkan sarapan.
Ibu menyiapkan keperluan kami.
Sebelum berangkat sekolah aku sarapan.
Setelah itu aku menggosok gigi.
Aku pamit kepada Ayah dan Ibu sebelum berangkat sekolah.

b.      Menuliskan benda- benda yang digunakan sehari- hari dan kegunaannya
No
Nama Benda
Kegunaannya
1.
Buku tulis
Untuk menulis
2.
Kertas dan pensil gambar
Untuk menggambar
3.
Penghapus pensil
Untuk menghapus goresan yang salah
4.
Krayon
Untuk mewarnai
5.
Tas
Untuk menyimpan alat-alat sekolah

c.       Melakukan operasi campuran untuk memecahkan soal cerita
Contoh:
1.    Ibu sedang membuat kue bersama Bibi.
Ibu membuat 37 kue.
Bibi membuat 42 kue.
Berapa jumlah kue yang dibuat Ibu dan Bibi?
Jawab:
Jumlah kue yang dibuat Ibu dan Bibi = 37+ 42= 79 kue

2. Pesta ulang tahun Didi dihadiri oleh 147 anak.
126 anak memakai topi ulang tahun.
Berapa anak yang tidak memakai topi ulang tahun?
Jawab:
Banyak anak yang tidak menggunakan topi ulang tahun adalah
= 147- 126 = 21 anak
§  Badu dan Didi sedang memetik buah jambu.
Badu memetik 146 jambu.
Didi memetik 133 jambu.
Sebanyak 54 jambu diberikan kepada Tono.
Tinggal berapa siswa jambu Didi dan Badu sekarang?
Jawab:
Sisa jambu Didi dan Badu sekarang
= 146 + 133 – 54
= 279 – 54
= 225 buah

§  MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN:
a.   Model    : Dril
b.  Metode  : Ceramah interaktif, tanya jawab, demonstrasi, bercerita, penugasan


§  LANGKAH- LANGKAH PEMBELAJARAN (175 Menit)
A.    Kegiatan Awal (30 Menit)
Motivasi : Yel-yel, bernyanyi “pagi hari”, “bangun tidur”, “senam ayam”, “satu ditambah satu”
Apersepsi:
a.    Siapa yang tadi pagi bangun pukul 05.00 WIB, langsung membereskan tempat tidur, kemudian mandi, berwudhu, shalat subuh, belajar, sarapan, pamit kepada orangtua?
b.    Coba Ibu Guru ingin tahu apa saja yang ada di dalam tasmu ? dalam hitungan ketiga benda- benda yang ada di dalam tas sudah di keluarkan semua isinya dan sebutkan nama- nama benda yang ada di dalam tasmu
c.     Ayo kita berhitung berapa jumlah siswa seluruhnya di kelas kita, setelah itu kalian hitung jumlah siswa akhwat berapa dan siswa ikhwan berapa?, Selajutnya dengarkan baik- baik pertanyaan dari Bu Guru :
 Siswa kelas 2 Miqdad berjumlah 34 orang. Siswa ikhwan ada 20 0rang. Berapa jumlah siswa akhwat?
Jawab: Banyak Siswa akhwat = 34 - 20 = 14 siswa

B.     Kegiataan Inti :
a.      Eksplorasi (60 Menit)
Dalam kegiatan eksplorasi,  guru:
1)      Menjelaskan tema tentang kegiatan sehari- hari.
2)      Memberi contoh kegiatan sehari- hari.
3)      Bercerita tentang kegiatan sehari- hari dari mulai bangun tidur sampai tidu kembali.
4)      Menempel secara acak gambar tentang kegiatan sehari- hari.
5)      Menyebutkan benda-benda yang biasa digunakan sehari-hari di sekolah.
6)      Menunjukkan contoh  benda- benda yang digunakan sehari- hari.
7)      Menyebutkan manfaat  dari benda- benda yang digunakan dalam kegiatan sehari- hari.
8)      Memberi contoh dengan memecahkan masalah soal cerita tentang operasi campuran  melalui kegiatan sehari- hari.
9)      Menunjuk siswa secara heterogen untuk mengerjakan latihan soal yang ada di papan tulis secara bergantian

b.      Elaborasi: (70 Menit)
Dalam kegiatan elaborasi, guru meminta siswa:
1)      Bercerita di depan kelas secara individu tentang kegiatan sehari- hari yang  dimulai dari kegiatan bangun tidur sampai tidur kembali.
2)      Menyimak cerita kegiatan sehari- hari teman sekelas secara seksama, kemudian teman yang membaca cerita tadi memberikan pertanyaan kepada teman- teman yang menyimak.
3)      Menyusun gambar di papan tulis  yang sudah diacak oleh guru, menjadi sebuah gambar yang benar dan rapi yang menunjukkan kegiatan sehari hari
4)      Menyebutkan nama benda- benda yang digunakan ke sekolah
5)      Menunjukkan benda- benda yang di bawa ke sekolah yang ada di dalam tas
6)      Menyebutkan nama- nama benda- benda yang di bawa dan menuliskan manfaat dari benda- benda yang biasa digunakan sehari- hari untuk belajar tersebut di papan tulis secara bergantian
7)      Secara bergantian maju ke depan kelas mengerjakan tugas dari guru.

c.       Konfirmasi: (20 Menit)
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
Ø  Mengapresiasi setiap hasil kerja siswa
Ø  Memberi penguatan positif  terhadap psikologi siswa dan tugas yang diberikan
Ø   Bertanya jawab dengan siswa tentang materi atau hal- hal  yang belum dikuasai siswa
Ø  Meluruskan kesalahpahaman tentang konsep siswa yang masih keliru yang berkaitan dengan materi yang diajarkan
Ø  Memberikan imtaq yang berkaitan dengan materi yang diajarkan yaitu: 
Ø  Q.S 17: 12, yang artinya: Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran Kami), kemudian Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang benderang, agar kamu dapat mencari karunia dari Tuhanmu, agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu . Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.(Q.S Al Isra : 17)
Ø  Q.S 30: 20 , yang artinya: Dan di antara tanda- tanda kekuasaan Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak. (Q.S Ar Rum: 20)
C.    Kegiatan Akhir (20 Menit)
Dalam kegiatan akhir atau penutup, guru:
Ø  Bersama siswa menyimpulkan materi yang sudah dipelajari yaitu tentang kegiatan sehari hari, benda- benda yang digunkan sehari- hari dan operasi campuran.
Ø  Siswa ditugaskan menulis 5 benda- benda di rumah yang digunakan dalam kegiatan sehari- hari serta manfaat dari benda tersebut.

§  ALAT/ BAHAN DAN SUMBER BELAJAR
a. Alat: Papan tulis, spidol, penghapus, kartu angka, buku, pensil, krayon.
b. Sumber Belajar:
 - Guru,
 -Siswa
 - Buku Paket Tematik Kelas 2
* Karli, Hilda dan Margaretha Sri Yuliariatiningsih, Panduan Tematik SD untuk Kela II   Semester 1 2A, Erlangga, Jakarta, 2007, hlm. 104 - 110
7. PENILAIAN
a. Nilai Budaya dan Karakter Bangsa
Ø  Kreatif , yaitu: Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki
Ø  Disiplin, yaitu: Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan
b. Indikator Pencapaian Kompetensi
ü  2.2.1  Menceritakan kegiatan sehari- hari dalam keluarga
ü  1.2.1  Menulis benda- benda yang digunakan sehari- hari
ü  1.4.4  Melakukan operasi campuran untuk memecahkan soal cerita

c. Teknik Penilaian          : Lisan dan tulisan
d. Bentuk Instrumen        : Isian dan Essay

e. Contoh Instrumen        1:
1) Coba kalian ceitakan kegiatan sehari- harimu di depan  kelas secara bergantian !
2) Tuliskan 5 benda- benda yang digunakan sehari- hari dan sebutkan pula manfaatnya !
3) Mula- mula Nisa memiliki koleksi boneka sebanyak 255. Nisa memberikan 100 boneka ke Panti Asuhan. Berapa boneka Nisa yang masih tersisa?....
4) Mula- mula ada 342 anak bermain layang- layang di lapangan. Kemudian datang lagi 142 anak. Berapa anak yang ada di lapangan seluruhnya?
5) Tika dan Uun bekerja sama untuk membuat 465 kupu-kupu kertas. Tika sudah berhasil membuat 65 kupu-kupu kertas. Uun  sudah berhasil membuat 100 kupu-kupu kertas. Berapa banyak kupu- kupu kertas lagi yang harus mereka buat?....
6) Mula- mula ada 332 orang memancing di Danau. Pada siang hari, sebanyak 212 pulang. Beberapa saat kemudian, ada yang datang 220 orang. Berapa banyak orang yang memancing di danau sekarang?....


f. Kunci Jawaban
1) Kegiatan Keluargaku
Aku tinggal bersama Ayah, Ibu dan Adik.
Ayah bekerja di kantor.
Ibuku seorang ibu rumah tangga.
Tiap pagi, Ibu menyiapkan sarapan.
Ibu menyiapkan keperluan kami.
Sebelum berangkat sekolah aku sarapan.
Setelah itu aku menggosok gigi.
Aku pamit kepada Ayah dan Ibu sebelum berangkat sekolah.

2)      Menuliskan benda- benda yang digunakan sehari- hari dan kegunaannya
No
Nama Benda
Kegunaannya
1.
Buku tulis
Untuk menulis
2.
Kertas dan pensil gambar
Untuk menggambar
3.
Penghapus pensil
Untuk menghapus goresan yang salah
4.
Krayon
Untuk mewarnai
5.
Tas
Untuk menyimpan alat-alat sekolah
3)      Jawab: Sisa boneka Nisa   = 255- 100 = 55 boneka
4)      Jawab : Banyak anak di lapangan
= 342 + 142
= 484 anak
5) Jawab : Banyak kupu- kupu yang harus dibuat
= 465- 65- 100
= 400 - 100
= 300 kupu-kupu kertas
6)                  Jawab: Banyak orang yang memacing di Danau
= 332 – 212 + 220
= 120 + 220
= 340
g. Rubrik Penilaian
  a) Dengan memperhatikan intonasi, mimik, isi cerita, irama suara, keberanian untuk tampil di depan kelas,  maka nilai tertinggi un tuk bercerita adalah 90 , selanjutnya kebijakan guru 85, 80, 75, 70. ( Terendah diberikan nilal KKM)
b) Soal yang berbentuk Essay ( Jumlah skor: jumlah skor maksimal ) X 10
Keterangan: Untuk siswa yang belum memenuhi syarat penilaian KKM, maka diberikan remedial
                                                                                    Serang, 14 Desember 2012
Mengetahui
   Kepala Sekolah                                                     Guru yang Membuat



Hj. Dahlia Kemalasari, S.Pd                    Eneng Novalia Haris, S.Pd.I


5. Jika saya menjadi pemangku kebijakan dibidang pendidikan di kabupaten Sukabumi, program yang akan saya lakukan terkait dengan peningkatan kualitas pendidikan yang berorientasi pada pengembangan sumber belajar adalah :

a.       Program Pendataan : melakukan pendataan tentang potensi daerah yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar di setiap wilayah di Kabupaten Sukabumi

b.      Program Kemitraan : mengajak seluruh elemen yang terkait langsung dalam proses pemanfaatan sumber belajar untuk memberikan dukungan apabila sumber belajar yang ada akan dimanfaatkan dalam KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) baik yang ada di dalam Kabupaten Sukabumi maupun di luar Kabupaten Sukabumi yang terkait dengan keberadaan suatu sumber belajar.


c.       Program Pelatihan dan Pembinaan Guru : memberikan pelatihan dan pembinaan kepada guru terkait pemanfaatan sumber  belajar di daerah Sukabumi agar guru mengetahuinya dan punya kesadaran untuk memanfaatkannya dalam KBM.

d.      Program Pengawasan : memberikan penugasan kepada setiap kepala UPTD Pendidikan Kecamatan, para pengawas sekolah, dan kepala sekolah agar turut mengawasi dan mengevaluasi pemanfaatan sumber belajar oleh guru dan pelaksanaan program kemitraan.
Diposkan